Hy!! I'm a Princess

Rabu, 18 November 2015

REST IN PEACE my LITLLE ANGLE

Hallo november....
Bulan kesebelas , itu artinya sebulan lgi akan ada perayaan pergantian tahun. Akan banyak hal hal baru , akan ada cerita baru untuk tahun yang baru. Tapi kali ini berbeda.
Novemberku kelabu......
Kelabu untuk ku..
Untuk papahku...
Untuk mamahku..
Dan untuk keluarga besar..
Yah, november tepat sepuluh tahun yang lalu tepatnya 18 11 2005, adikku di panggil oleh sang pencipta. Namanya R.A Dwi Retno Septiningtias (Eno) , lahir tanggal 14 september 1994, dia anak yang periang, suka tertawa, supel dan banyak temennya. Berbeda denganku yang agak diam dan enggak begitu terlalu cepat akrab dengan orang lain.  
Waktu itu , papah dan mamah Cuma punya dua anak perempuan yaitu aku dan eno. Yah enggak aku pungkiri, dua anak perempuan yang Cuma beda setahun dengan usia belasan tahun seperti kami pasti sering berantem , mamah jadi sering memarahi kita berdua kalau kita lagi berantem, pelariannya ke papah (minta perlindungan ke papah). Tapi gak hanya berantem , kita berdua itu ada waktunya buat akur , kita tiap hari berangkat kesekolah bareng , main bareng, bahkan nyolong jambu tetangga bareng hehehe. Kita berdua juga kompak dalam urusan rahasia, ketika salah satu dari kita merusak alat make up mamah (lipstik) kita berdua enggak ada yang mau ngaku walaupun salah satu dari kita lah yang mematahkan lipstik mamah, alhasil kami berdua di jewer mamah L (tapi kita berdua cuman ketawa cekikikan) karena merasa berhasil menyembunyikan dari mamah kalau salah satu dari kita yang melakukannya.
2005, eno jatuh sakit. Sakit yang awalnya dianggap sakit kepala biasa ternyata setelah di periksakan kedokter eno kena DBD (demam berdarah) ia di rawat di RSUD maros selama 2 minggu , tapi tidak ada hasil malah keadaannya semakin memburuk , eno di pindahkan ke rumah sakit yang peralatannya lebih lengkap, setelah di cek eno tidak hanya DBD, ia juga kena tifus dan ada cairan di paru paru makanya ia sering batuk dan susah bernafas. Dia di rawat di RS itu hampir sebulan, mamah dan papah yang ngejagain eno ketika ia di rumah sakit, papah ijin dari kantor untuk ngerawat adikku di RS. Mamah papah dan adikku berlebaran idul fitri di rumah sakit , yah dari pertengahn puasa adikku di rawat di RS.
Aku datang menjenguk sebisa eang kakung dan eang putri membawaku ke RS, jarak rumah ke RS tempat adikku di rawat lumayan jauh satu jam perjalanan naik kendaraan. Aku juga musti sekolah jadi tidak boleh nginap di RS. 3 minggu di rawat di RS keadaan adikku membaik dan dokter bilang kalau dia udah bisa pulang. Tetapi tiga hari adiku di rumah , tengah malam ia mulai batuk . awalnya hanya batuk biasa, lama kelamaan dia makin batuk keluar darah aku tau sakit yang di derita adikku itu sangat parah, malam itu juga adikku langsung di bawah ke rumah sakit. Eno di masukkan ke ruang ICU .  seminggu adikku di rawat intensif di ruang ICU lalu ia di pindahkan ke ruang perawatan.
Hari minggu aku datang menjenguknya, keliatannya adikku sudah agak mendingan tapi nyatanya penglihatannya terganggu (penglihatannya kurang jelas) aku yang saat itu Cuma sampai di dapan pintu kamar balik badan dan duduk di kursi yang letaknya tak jauh dari ruangan adikku di rawat. Aku duduk menunduk dan selelu ada bayang-bayang kalau adikku hidupnya tidak lama lagi. Well, aku hrus menemui adikku di ruang perawatan. Aku bergegas jala ke ruang perawatan sambil menyeka airmata, jangan sampai orang orang diruangan meihat aku menangis termasuk adikku.
Sesampainya di ruangan tempat adikku di rawat , kita ngobrol ngobrol santai dan sempat bercandaan. Aku bilang eno makin cantik, agak kurusan dan kulitnya makin putih karena enggak pernah terkena sinar matahari, adikku hanya senyum dan menyeka rambutnya ke belekang daun telinga. Sore aku dan eang pamit pulang, adikku bilang tidak usah pulang biar rame katanya . tapi aku besok musti sekolah dan papah enggak ngijinin kalau aku musti bolos sekolah. Sore itu aku dan eang balik ke rumah.
Hari itu, jum’at 18 november 2005, aku baru pulang dari sekolah entah kenapa aku sangat lelah bahkan diajak untuk kerumah sakit nengokin adikku aku tidak mau, pikirku aku lebih baik pergi besok sabtu agar bisa nginap di RS. Tanteku berangkat pukul satu dari rumah, ternyata di jalan sangat macet dan entah kenapa tumben jalan menuju RS itu macetnya minta ampun. Tante tiba di rumah sakit pas adzan ashar, begitu tiba di pintu kamar tempat adikku di rawat papah bilang ke tante, ponakan mu udah enggak ada dia udah di panggil sang pencipta, ternyata allah lebih sayang sama eno. Tante Cuma bisa terduduk lemas dan nagis di sebelah jenazah almarhumah.
Sore itu , seperti biasa aku main di rumah temanku. Tiba tiba ada seorang lagi teman ku yang datang , tapi dengan raut muka yang gak seperti biasanya dia keliatan panik dan bingung. Dia agak lama berdiri di deapnku, aku tanya dia kenapa dan dia hanya menatapku dengan masih raut muka yang sama. Setelah aku memaksa dia akhirnya ngomong , ibunya dapat kabar dari rumah sakit kalau adikku eno sudah tiada. Spontan aku memukulnya, aku rasa itu lelucon yang sangat tidak lucu. dia hanya menatapku dan bilang, ayo ke rumah tantemu sekarang orang orang pada kumpul disana untuk kerumah eangmu, karena almarhumah akan tiba di rumah eang sebelum maghrib.
Aku yang tidak kuasa menahan badanku karena tiba tiba lututku terasa lemas dan kaki ku tidak kuat untuk menopang badanku. Temanku memapah sampai ke rumah tante, di rumah tante aku nangis se jadi jadinya . orang orang berusaha menenangkan aku, aku langsung di bawa ke rumah eang untuk menanti jenazah almarhumah. Sementara keluarga sibuk membereskan ruang tamu untuk tempat jenazah di semayamkan, aku hanya duduk dan menerawang ke hari hari sebelum adikku masuk ke rumah sakit. Di mana aku bermain dengannya, aku masih berharap yang turun dari mobil itu bukan jenazah, tapi yang tirun dari mobil itu adikku, adikku yang sehat walafiat, adikku yang periang, adikku yang slalu tersenyum kepada semua orang.
Terdengar serene ambulance dari jauh, omku yang saat itu berdiri di pekarangan berlari kecil membuka gerbang untuk ambulance berwarna putih itu. papah yang duluan turun dari ambulance terlihat berusaha tegar dan menghampiri dan langsung memelukku erat “mbak adik udah enggak ada allah lebih sayang sama eno”  bersamaan dengan di turunkannya jenazah dari mobil ambulance tangis keluarga pecah, aku yang dari tadi nangis terisak dipapah papah masuk ke dalam ruamah. Mamah yang tidak bisa menahan sedih , tidak dapat menahan tangis beberapakali hampir pingsan . aku hanya bisa duduk nangis di sebah almarhumah, aku menatap wajahnya adikku tidak seperti orang yang meninggal dia seperti orang tertidur , mukanya bercahaya dan dia tersenyum . papah bilang ke aku , tadi sebelum adik pergi ia pamit ke papah , katanya dia udah gak kuat minta di ikhlaskan pergi makanya aku gak boleh nangis. Mndengar itu aku berusaha menahan tangis, ya walaupun iyu tidak berhasil.
Jezah almarhum di makamkan esoknya , karena menunggu eang (ibu dari papah) yang tinggal di madura. Malam hari ketika orang-orang dewasa bercerita tentang almarhum ketika ia masih hidup bagaimana cerianya almarhum , jailnya almarhumah hingga sakitnya almarhum sebelum ia tutp usia. Aku duduk di sebalah almarhum, menatap wajah adikku dalam dalam yang besok akan masuk keliang lahat dan tidak akan ku kulihat lagi untuk selamanya. Aku tidur di seebelah almarhumah hingga esok tiba. Jenazah di mandikan dan di bawa kepemakaman, hujan pun ikut mengantarkan jenazah almarhumah ke liang lahat. Adikku di makamkan di pemakaman umum dekat rumah eang.
Untuk terakhir kalinya aku melihat wajah adikku, selamat jalan adik , tenang dialam sana , kamu nanti yang akan menjemput papah mamah ke surga.. amin...

Tepat tanggal ini sepuluh tahun yang lalu (18112005-18112015)
Duka mendalam untuk keluargaku ..
Mamah dan papah kehilangan anak perempuannya yang ceria..
Aku kehilangan adikku...
Hanya do’a yang dapat menjadi tali silaturahmi untuk kita..
Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat..
Menahan rindu untuk waktu yang lama..
Kami semua rindu retno..
Kami semua sayang sama retno..
Tetapi allah lebih sayang sama kamu dik..
REST IN PEACE, we still love you, we still remember you :’)


Senin, 09 November 2015

SEkotak Kata

Hujan....
Membuat aroma aspal wangi tercium..
            Sore itu hujan masih rintik, kupandangi jendela kamarku yang basah karena gemercik hujan. Melihat tetesan air yang jatuh dari ujung daun yang terlihat dari jendela kamarku, bukan kah ini keindahan sore yang di suguhkan oleh alam buatku?
Tapi hujan menghalangi keindahan senja sore itu, seharusnya ada senja yang indah di ufuk barat, ada bias indah diantara awan awan yang mulai gelap, sore itu seolah awan mendung tak mengijinkan matahari untuk pamit , tapi jangan khawatir mentari pasti akan datang lagi dan akan membuat senja yang indah di lain sore hari.
Hujan...
Selalu ikhlas jatuh kebumi tanpa meminta balasan kepada bumi akan kehidupan yang ia berikan..
Matahari..
Selalu setia kepada langit , membuat keindahan di perpisahan untuk menuju malam dan mebuat indah pertemuan ketika pagi datang..
            Aku tak bisa ikhlas seperti hujan karena aku memberi cinta akan menuntut balasan cinta, bagaimana mungkin aku mencintai orang yang tidak mencintaiku? Bagaimana mungkin aku berharap kepada orang yang tak memberi harapan padaku. Bukan kah ini manusiawi?
            Tetapi aku mungkin dapat menjadi matahari , membuat keindahan di sebuah perpisahan dan membuat keindahan di sebuah pertemuan. Ingat, sebuah perpisahan itu bukan berarti berpisah untuk selamanya. Mungkin saja allah memisahkan kalian untuk menyatukan kalian kembali dengan cara yang lebih indah.
            Sementara kalian dipisahkan tetaplah saling menggenggam, menggenggam hati satu sama lain, berkomiten saling percaya , berkomunikasi dan yang paling penting tetap saling mendoakan. Bukan tak ada rintangan apapun ketika kita dipisahkan, kita akan selalu bertemu orang orang yang akan menguji hubungan kita. Orang orang yang diutus untuk menguji seberapa tanggu komitmen kita. Kita juga akan selalu bertemu dengan masalah (masalah dalam hubungan kita) , masalah yang akan menguji sampai dimana tingkat kedewasaan kita menghadapinya dan mungkin ini yang akan menjadi tangga buat kita utuk menuju ke tingkat kedewasaan yang lebih tinggi.
            Dan jangan lupa dengan RINDU, sesautu yang tak berwujud namun sangat mudah untuk dirasakan. Sesuatu yang kadang membuat seseorang menjadi monster wanna be , kenapa? Ini karena kegengsian yang tingkatnya maksimall... gengsi untuk mengungkapkan, makanya mudah marah , ngambek dan sensitif. Padahal tidak ada salahnya untuk di ungkapkan. Makhluk astral yang bernama RINDU ini paling sering dirasakan ketika kita sedang di pisahkan jarak.

            Menunggu.... salah satu pekerjaan yang paling membosan kan , tetapi tidak untuk menunggu saat dimana kamu akan di pertemukan oleh orang yang kamu cintai, menunggu akan mengajarkan kita untuk sabar dengan ikhlas karena sesunggunya sabar yang ikhlas itu bukan karena mau gimana lagi ? atau karena gada jalan lain. Tapi karena percaya pada tuhanmu, percaya karena dengan kesabaranmu menunggu something good will come to you.